Halaman

Rabu, 04 April 2012

                                                                          AKU
jiwaku yang murung tertenung kabut
terombang ambing dalam samudra
diriku yang lemah terbawa arus air
terhampar dipulau yang kering
bersama kenangan maasa lalu
            aku lemah tak berdaya
            bersama masa laluku
            aku berteriak tapi tak satu orangpun yang mendengarnya.
            aku menagis tapi air mata ku telah sirna
            bersama hembusan angin pantai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar